Cactus - Succulents

Tips Perawatan Lithops: Menumbuhkan Batu Hidup yang Lezat

Tips Perawatan Lithops: Menumbuhkan Batu Hidup yang Lezat


We are searching data for your request:

Forums and discussions:
Manuals and reference books:
Data from registers:
Wait the end of the search in all databases.
Upon completion, a link will appear to access the found materials.

Lithops [LY-thops] adalah genus succulents yang tidak biasa milik keluarga tumbuhan es (Aizoaceae).

Namanya berarti "seperti batu" dalam bahasa Yunani Kuno yang mengacu pada penampakan tumbuhan.

"Batu hidup" ini menyatu dengan batu di sekitarnya dan biasanya mencakup satu atau lebih pasang bulat daun sukulen.

Juga disebut tanaman kerikil, litop berasal dari Afrika Selatan dan Namibia.

Di daerah ini, tanaman mengalami kekeringan dalam waktu lama, membutuhkan mereka untuk menyimpan air di jaringan sukulen.

Batu hidup agak sulit untuk tumbuh, terutama saat mencoba membuatnya berbunga.

Memahami siklus pertumbuhan dan tips perawatan tanaman yang disarankan meningkatkan kemungkinan mekar yang sukses.

Perawatan Lithops

Ukuran & Pertumbuhan

Kebanyakan spesies batu hidup berukuran relatif kecil, berukuran tidak lebih dari 3 inci.

Tanaman menghasilkan sepasang daun sukulen.

Daunnya bulat dan sebagian menyatu.

Saat daun tumbuh, mereka membengkak dan menjadi bulat, menyerupai batu kecil.

Lithops biasanya dimulai dengan sepasang daun dan dapat tumbuh lebih banyak saat dewasa.

Warna daunnya bermacam-macam.

Beberapa lithops berwarna kuning kecoklatan, abu-abu kehijauan, atau oranye pucat.

Bayangannya cenderung menyatu dengan baik dengan batu dan bebatuan di dekatnya.

Berbunga dan Wewangian

Batu hidup menghasilkan bunga besar, mekar antara Agustus dan September jika ditanam dalam kondisi yang tepat.

Bergantung pada spesiesnya, bunga seperti daisy mungkin tampak oranye, kuning, atau putih.

Bunganya tidak menghasilkan bau, dan tidak selalu muncul.

Tanaman hanya akan mekar jika dirawat dengan benar.

Jika lithops menerima terlalu banyak air atau tidak cukup cahaya selama periode istirahat, mereka mungkin tidak menghasilkan bunga pada musim berikutnya.

Cahaya & Suhu

Lithops membutuhkan sinar matahari sepanjang tahun, bahkan selama masa istirahatnya.

Tanaman tahan musim dingin hanya di zona tahan banting USDA 10 dan lebih tinggi.

Jika suhu turun di bawah 40 ° derajat Fahrenheit (4 ° C), tanaman perlu menahan musim dingin di dalam ruangan atau dilindungi dari pembekuan.

Namun, tetap membutuhkan sinar matahari yang cerah.

Saat disimpan di dalam ruangan, letakkan di jendela yang menghadap ke Timur, Barat atau Selatan untuk memberikan cahaya sepanjang hari.

Penyiraman dan Pemberian Makan

Batu hidup tidak membutuhkan banyak air. Overwatering adalah salah satu kesalahan paling umum saat membudidayakan lithops.

Dari September hingga April, hentikan penyiraman tanaman.

Dari Mei hingga Agustus, hanya sirami tanaman pada hari-hari yang hangat dan cerah.

Umumnya, Jangan gunakan pupuk. Memberi makan tanaman dapat mengubah bentuk dan ukurannya.

Namun, pupuk sukulen cair berkekuatan 1/4 atau 1/2 yang diencerkan seharusnya sudah cukup.

Tanah & Transplantasi

Tanaman ini membutuhkan drainase yang baik. Gunakan campuran 75% kerikil dan pasir dan 25% tanah berkebun standar.

Tutupi bagian atas campuran dengan lapisan pasir.

Pasir mencegah kelembapan menembus daun.

Seperti banyak succulents, batu hidup tumbuh dengan baik di piring dangkal atau terarium kaca.

Pilihan lainnya adalah menanam batu hidup di dalam pot tanah liat yang terkubur dalam wadah pasir yang lebih besar.

Pasir membantu menjaga akar tetap dingin selama musim dingin dan hangat di musim panas.

TIP: Jika menggunakan pot tanah liat yang terkubur di pasir, sirami pasir dan biarkan akar menyerap kelembapan melalui pot tanah liat.

Ini membantu menghilangkan risiko penyiraman berlebihan.

Repot batu hidup setiap empat hingga lima tahun.

Menggunakan pasir dan tanah segar memberi tanaman lebih banyak nutrisi, membantu mendukung sistem akar.

Dandan

Batu hidup tidak membutuhkan perawatan.

Anda mungkin juga menyukai:

  • Pleiospilos the Split Rock Succulent
  • Lapidaria margaretae (Mawar Karoo)
  • Lithops pseudotruncatella (Tanaman Batu Hidup)

Cara Menyebarkan Batu Hidup

Perbanyak litop dengan biji.

  • Untuk menumbuhkan benih, isi pot dengan pasir dan taburkan benih di atas tanah.
  • Tutupi tanah dengan kertas dan kemudian plastik.
  • Kertas melindungi benih dari sinar matahari langsung, sedangkan plastik menahan kelembapan.
  • Simpan pot di tempat yang terang dengan suhu sekitar 77 ° derajat Fahrenheit (25 ° C).
  • Setelah bibit berkecambah, keluarkan kertas dan sesekali angkat plastik untuk mengeluarkan udara dari pot.
  • Saat bibit mencapai sekitar inci, pindahkan ke pot baru.
  • Pertahankan tanah yang lembap agar akar tidak mengering, dan ingatlah untuk menambahkan lapisan pasir.

Hama Utama atau Masalah Penyakit Batu Hidup

Batu hidup jarang terkena serangan hama.

Tumbuhan dan bunganya tidak memiliki aroma, dan menyerupai bebatuan.

Pada kesempatan langka tanaman menarik hama, singkirkan dengan kapas.

Meskipun batu hidup tidak beracun, menggunakan insektisida dapat menambah racun ke tanaman.

Perawatan yang tidak tepat adalah ancaman terbesar bagi batu hidup.

Jika tanaman menerima terlalu banyak air, tanaman dapat menjadi busuk.

Untuk menghindari pembusukan, ikuti tip penyiraman yang disarankan.

Sirami tanaman hanya pada hari-hari cerah dan cerah, dan jangan menyiram dari September hingga April.

Saat menyiram tanaman, hindari menuangkan air ke atas "daun".

Tetesan air dapat menyebabkan daun gosong, menyebabkan kerusakan permanen.

Tuang air secara perlahan di atas tanah.

Penggunaan Lithops yang Disarankan

Lithops adalah succulents dekoratif yang terlihat bagus ditanam bersama dalam kelompok atau dengan berbagai succulents dan kaktus lainnya.

Tumbuhkan tanaman di terarium atau piring datar.

Untuk hasil terbaik, tanam batu hidup di pot tanah liat di dalam wadah pasir yang lebih besar.


Tonton videonya: How To Re-Pot Lithops (Mungkin 2022).